Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Penghabisan

Habis kata yang diucapkan. Membisu tak berdaya. Seperti kultur yang perlahan luntur. #poem

Rabu, 21 Desember 2011

NARCISSUS

SEPERTI JUGA AKU: NAMAMU SIAPA, BUKAN?
PANDANGMU HENING DI PERMUKAAN TELAGA DAN RINDUMU DALAM
TETAPI JANGAN SAJA KITA BERCINTA
JANGAN SAJA AKU MENCAPAIMU DAN KAU PADAKU MENJELMA

ATAU TUNGGU SAMPAI ANGIN MELEPASKAN SELEMBAR DAUN
DAN JATUH DI TELAGA: PANDANGMU BERPENDAR, BUKAN?
CEMASKAH A KU KALAU NANTI AIR HENING KEMBALI?
CEMASKAH AKU KALAU GUGUR DAUN DEMI DAUN LAGI

SAPARDI DJOKO DAMONO (1971)

Senin, 19 Desember 2011

KELABU

Memulai sore. Menyeduh kopi. Kehangatan sepi ini terbalur oleh aroma. Tawa untuk diri sendiri di hujan sejak pagi. Kelabu #Poem

SAJAK DESEMBER


KUTANGGALKAN MANTEL SERTA TOPIKU YANG TUA
KETIKA DAUN PENANGGALAN GUGUR
LEWAT TENGAH MALAM.....

KEMUDIAN KUHITUNG
HUTANG-HUTANGKU PADA-MU...

MENDADAK TERASA: BETAPA MISKINNYA DIRIKU;
DI LUAR HUJA PUN MASIH KUDENGAR
DARI CELAH-CELAH JENDELA.....

ADA YANG TERBARING DI KURSI..LETIH SEKALI...

MASIH PATUTKAH KUHITUNG SEGALA MILIKKU
SELEMBAR CELANA DAN SELEMBAR BAJU....
KETIKA KUSEBUT BERULANG NAMA-MU..

TARAM TEMARAN BAYANG, BIANGLALA ITU

~*Sapardi Djoko Damono*~
-1961-

Minggu, 18 Desember 2011

SAJAK TELUR


DALAM SETIAP TELUR SEMOGA ADA BURUNG DALAM SETIAP BURUNG
SEMOGA ADA ENGKAU DALAM SETIAP ENGKAU
SEMOGA ADA YANG SENANTIASA TERBANG MENEMBUS SILAU MATAHARI MEMECAH UDARA DINGIN
MEMUNCAK KE LENGKUNG LANGIT MENUKIK MELINTAS SUNGAI
MERINDUKAN TELUR

SAPARDI DJOKO DAMONO
PERAHU KERTAS, KUMPULAN SAJAK, 1982

HUJAN BULAN JUNI

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon bunga itu.

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu.

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu.

Sapardi Djoko Damono

Kamis, 15 Desember 2011

Hatiku Selembar Daun

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi

Sapardi Djoko Damono
Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak,
1982.

PERCAKAPAN MALAM HUJAN

Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang dan, payung, berdiri di samping tiang listrik.

Katanya kepada lampu jalan,

"Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam"

"Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah;

asalmu dari laut, langit dan bumi;

Kembalilah jangan menggodaku tidur.

Aku sahabat manusia. Aku suka terang.


SAPARDI DJOKO DARMONO

Hujan Bulan Juni, 1973

Jumat, 11 November 2011

malam

Bias-bias malam.suara mencekam.pelan.tenggelam dalam kegelapan.suram.

Kamis, 10 November 2011

kuldesak

Lebih baik larut dalam lamunan sesaat atau larut dalam kisah dongeng bualan.
Daripada pertikaian kata demi kata bertemu, namun tertabrak oleh jalan buntu.
Kuldesak. #poem

Musafir

Mengapa aku sendiri saja..
Mengapa kamu tidak..
Kenapa tidak kita lalui kebodohan bersama ?
Ah iya, kamu nanti dengan dia,
aku tetap dalam pencarian.
Musafir #poem

Menagih

Menagih rasa rindu.
Sampaikanlah satu atau dua kata untukku.
Buatlah aku tersenyum ketika lelah dan kantuk menjelang.
Meski engkau tak tahu, untuk apa aku memohon ini.
Karena aku tak mampu menghapusnya sendirian

Sore

Mintaku tidak muluk-muluk.
Tanganku menyisir pelan, membelah rambut lurus lemasmu itu.
Wajahmu memerah.
Engkau cuma gugup saja.
Suatu sore,
di pematang sawah.
Duduk berdua.
Kita saling jatuh cinta dalam sebuah ikatan
#poem

Fantasi

Fantasi mengajarkanku membuat imajinasi yang kusukai.
Menabrak semua hal yang tabu. Semu.
Melampiaskan yang tak perlu kalian tahu,
begitu sebaliknya #poem

ketika

ketika semua sudah terjadi, tidak berguna lg untuk melihat kebelakang, meski terkadang tetap menengok kembali untuk sesaat

kadang masih sulit menerima terhadap kenyataan yg terjadi, meski bukan yg buruk untukku

tidak perlu berharap-harap, seandainya begini, seandainya begitu, dan masih saja tetap berpikir begini dan begitu

aku tetap menerima situasi, baik dengan perasaan bahagia atau tidak

tetap berpikir yg realistis, agar tetap berpijak di bumi

mungkin suatu saat akan ada jalan yg lain untukku, yg ku tak tahu, tp aku merasakannya

mungkin suatu waktu aku tidak perlu berpikir untuk memutar waktu, tp aku bisa mendapatkan kesempatan itu

aku terima perasaan sedih dan bahagia untuk seluruh hidup yang kujalani

ketika memang waktu berpihak padaku, pasti semua akan kembali padaku...seperti yang aku inginkan..
meski tidak seutuhnya

puisi tanggal 26 Juli 2009
I want to see u in the rain
alone and romantic...
I want to see you when u walk away...
for a moment in the past for a moment in the future...
smell of land, smell of wood,
I miss you in the silence


Puisi 17 Oktober 2009

Mencari Sebuah Masjid


BY:TAUFIQ ISMAIL

Aku diberitahu tentang sebuah masjid,

yang tiang-tiangnya dari pepohon di hutan, fondasinya batu karang dan pualam pilihan

atapnya menjulang tempat bersangkutnya awan dan kubahnya tembus pandang,

berkilauan digosok topan kutub utara dan selatan

Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sepenuh dindingnya yang transparan,

dihiasi dengan ukiran kaligrafi Qur’an dengan warna platina dan keemasan

bentuk daun-daunan sangat teratur serta sarang lebah demikian geometriknya

ranting dan tunas berjalin bergaris-garis gambar putaran angin

Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid

yang menara-menaranya menyentuh lapisan ozon dan menyeru azan tak habis-
habisnya membuat lingkaran mengikat pinggang dunia kemudian nadanya yang
lepas-lepas disulam malaikat jadi renda benang emas yang memperindah ratusan
juta sajadah di setiap rumah tempatnya singgah

Aku rindu dan mengembara mencarinya.

Aku diberitahu tentang sebuah masjid

yang letaknya dimana bila waktu azan lohor engkau masuk kedalamnya

engkau berjalan sampai waktu ashar, tak kan capai saf pertama

sehingga bila engkau tak mau kehilangan waktu, bershalatlah di mana saja

di lantai masjid ini yang besar luar biasa

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang ruangan disisi mihrabnya

yaitu sebuah perpustakaan tak terkata besarnya dan orang-orang dengan tenang

membaca di dalamnya, di bawah gantungan lampu-lampu kristal terbuat dari berlian

yang menyimpan cahaya matahari, kau lihat bermilyar huruf dan kata masuk

beraturan ke susunan syaraf pusat manusia dan jadi ilmu berguna

di sebuah pustaka yang bukunya berjuta-juta terletak disebelah menyebelah masjid kita

Aku rindu dan mengembara mencarinya

Aku diberitahu tentang sebuah masjid

yang beranda dan ruang dalamnya tempat orang-orang bersila bersama dan

bermusyawarah tentang dunia dengan hati terbuka dan pendapat bisa berlainan

namun tanpa pertikaian dan kalaupun ada pertikaian bisalah diuraikan dalam simpul

persaudaraan sejati dalam hangat sajadah yang itu juga terbentang

di sebuah masjid yang sama

Tumpas aku dalam rindu.
Mengembara mencarinya

Dimanakah dia gerangan letaknya?

Pada suatu hari aku mengikuti matahari

ketika dipuncak tergelincir sempat lewat seperempat kwadran turun ke barat dan

terdengar merdunya azan di pegunungan, dan akupun melayangkan pandangan

mencari masjid itu kekiri dan kekanan,
ketika seorang tak kukenal membawa sebuah
gulungan,
dia berkata "Inilah dia masjid yang dalam pencarian tuan"

dia menunjuk tanah ladang itu dan di atas lahan pertanian
dia bentangkan secarik
tikar pandan
kemudian dituntunnya aku ke sebuah pancuran
airnya bening
dan dingin mengalir teraturan, tanpa kata dia berwudlu duluan.

Akupun di bawah air itu menampungkan tangan, ketika kuusap mukaku,
kali ketiga secara perlahan,
hangat air yang terasa bukan dingin

Kiranya demikianlah air pancuran bercampur dengan air mataku yang bercucuran.


Ini adalah salah satu puisi favorit Indonesia. cakep :)

Unknown 1



terasa sangt perasaan ini sedikit...sedikit...dan sedikit....tp memang hrs dihentikan, meski belum bisa sepenuhnya....
tp memang tidak bisa untuk yg sekarang
tp diperlambat
bukan dipercept
kl saja sesuai harapan
mungkin tdk akan kuhentikan laju ini....
mungkin akan tetap kuteruskan
seperti kereta api yg berjalan pada relnya dan menuju stasiun tempat tujuannya
tp aku ini adalah kapal laut yang mungkin bs karam di tengah lautan
tanpa bisa menuju tempat pelabuhannya....

puisi tanggal: 28 Oktober 2009

BRAS @3


bukan begini juga bukan begitu...
keadaan yg tidak buruk juga tidak baik


jika bisa...
aku bisa mendapat...
tp mmg tidak bisa...
y sudah jika tidak bisa...
tidak apa-apa...
aku tetap akan berusaha..
agar aku bisa menembus ruang dan waktu
membalikkan semua keadaan...

aku tahu aku sudah tidak bisa..
tp sedikit mencoba pun tak apa...
mungkin jika ini keberuntunganku...
jika ini memang bs kudapatkan...
aku bs lebih lega drpd ini.........
walau yg kudapat bukan seutuhnya

tp mmg tidak mungkin
tetap hadapi dengan senyuman...
aku tahu akan ada rasa patah..
tp it's okay...

jika sdh berlalunya waktu...
semua pasti akan baik-baik saja...
Hilang itu ada, perih itu ada, tp pasti tetap akan baik-baik saja....

puisi tanggal: 14 november 2009

BRAS@5

ada rasa takut luar biasa saat menghadapi ini
tp aku tidak bs menolaknya
ingin aku bersembunyi saja atau melarikan diri dr semua ini
tp aku tdk bs
harus kuhadapi
bgmnapun keadaannya

ingin tdk kulanjutkan saja
tp mmg terpaksa kulanjutkan
terasa waktu begitu cepat
pasti suatu saat juga akan di depan mata
harus kujalani hal seperti, meski tak ingin

akhirnya semua kondisi aku juga yg merasakannya sendiri, bukan org lain
kl aku bahagia, aku juga yg pasti lebih bisa merasakannya sendiri, bukan org lain
kl aku sedih, toh aku juga yg lebih bisa merasakannya sendiri, bukan org lain

inilah namany dilema
semua serba salah
semua akhirnya aku yg menanggung, untung ruginya

rasanya ingin waktu tetap di tempat
ingin juga bs mundur k belakang lagi
ingin juga tdk ada kondisi yg membwku ke arah ini
ingin juga bs memilih
ingin juga semua sejak awal baik2 saja
ingin juga....

kl sudah terjadi, mau bagaimana
dipertahankan sebisa mungkin, ato tdk diteruskan

rasa takut yg luar biasa, amat sangat...
takut..

puisi tanggal :17 November 2009